Hukum fikih pernikahan

Pernikahan adalah sunah nabi yang sangat ditekankan. Diriwayatkan bahwa orang yang sudah menikah adalah orang yang telah menyempurnakan separuh agamanya.

Seseorang yang sekiranya dikarenakan tidak memiliki pasangan (suami/istri) mungkin terjerumus ke dalam dosa-dosa seperti melirik non muhrim atau bahkan berzina, maka ia wajib menikah.

Kriteria perempuan yang layak dinikahi

  • Untuk memilih pasangan, tidak cukup kecantikan saja yang dinilai, melainkan ada sifat-sifat tertentu yang disarankan untuk dipertimbangkan, yang di antaranya:
  • Baik hati dan penuh kasih sayang
  • Menjaga rasa malu dan terkenal dengan kesuciannya
  • Dari keluarga terhormat dan dimuliakan di keluarganya
  • Rendah hati
  • Hanya berhias untuk suaminya
  • Mentaati suaminya
  • Tidak hasud dan pendendam
  • Bertaqwa (mentaati aturan-aturan agama)

Kriteria perempuan yang tidak layak dinikahi

  • Tidak terhormat di mata keluarganya
  • Memiliki sifat hasud dan pendendam
  • Tidak bertakwa
  • Berhias untuk selain suaminya
  • Tidak mentaati suaminya

Hukum akad nikah

  • Akad nikah harus dilakukan dengan lafadz khusus dan mencakup ijab qabul. Tanpa ijab qabul dalam akad nikah seseorang tidak akan menjadi suami istri. Jadi hanya dengan melamar seorang lelaki dan perempuan masih belum muhrim.
  • Jika lafadz akad nikah diucapkan secara salah sehingga mengubah artinya maka akad tersebut batal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *