Fikih Wudhu Ahlul Bait

Untuk mengerjakan amal-amal ibadah tertentu, khususnya shalat, kita harus suci dari hadats, yakni suci secara batiniah, dengan cara berwudhu.

Tata cara wudhu

Pekerjaan wudhu dapat dikategorikan menjadi dua bagian: membasuh dan mengusap

MEMBASUH

  • Pertama membasuh wajah, dari atas kening tempat mulainya rambut tumbuh hingga ujung dagu.
  • Membasuh tangan kanan lalu tangan kiri, mulai dari siku hingga ujung jari.

MENGUSAP

  • Mengusap kepala dari arah belakang (sekitar ubun-ubun ujung kepala) ke arah depan (atas kening).
  • Mengusap punggung kaki kanan lalu kiri, mulai dari ujung jari-jari kaki hingga pergelangan kaki.

Syarat-syarat wudhu

Wudhu akan sah jika syarat-syarat di bawah ini terpenuhi:

Air dan wadahnya

  • Air harus suci.
  • Air harus mubah.
  • Air harus mutlaq.
  • Wadah air harus mubah.
  • Wadah air tidak boleh terbuat dari emas atau perak.

Anggota badan yang akan dibasuh dan diusap

  • Harus suci.
  • Tidak ada penghalang sampainya air ke kulit, seperti cat, selotip dan lain sebagainya.

Terkait tata cara wudhu

  • Harus memperhatikan urutan (kanan dahlu sebelum kiri, membaush dahulu sebelum mengusap, dst).
  • Berkelanjutan, yakni di antara pekerjaan wudhu tidak ada pemisah, misalnya setelah membasuh wajah kita tidak boleh pergi mengerjakan pekerjaan lainnya lalu kembali berwudhu melanjutkan dengan membasuh tangan.
  • Harus dikerjakan sendiri, tidak bisa diwudhukan orang lain

Syarat berkenaan dengan pelaku wudhu

  • Tidak ada halangan untuk menggunakan air (tidak sakit).
  • Melakukannya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *