Definisi dan macam-macamnya

Pembahasan-pembahasan sebelumnya adalah pembukaan untuk pembahasan Hadd dan Ta’rif (Definisi) di tulisan ini.

Tugas ilmu Mantiq adalah menjelaskan bagaimana cara mendefiniskan sesuatu dengan benar; begitu pula ilmu Mantiq juga berperan dalam menentukan cara berargumentasi dan berdalil secara logis dan benar.

Sebagaimana yang sebelumnya dijelaskan, ilmu Mantiq ini secara global dibagi menjadi dua bagian, yang pertama Tashowwurot (Tashowwur-tashowwur) dan bagian kedua adalah Tashdiqot (Tashdiq-tashdiq).

Dalam Tashowwurot ilmu Mantiq mengajarkan cara untuk mengetahui hal yang belum diketahui secara Tashowwur, melalui pengetahuan-pengetahuan Tashowwur lainnya yang sudah diketahui.

Sedangkan dalam Tashdiqot Mantiq mengajarkan cara mengetahui hal-hal Tashdiqi (yang bersifat Tashdiq) melalui pengetahuan-pengetahuan Tashdiqi lainnya yang sudah diketahui.

Dalam pembahasan Hadd dan Ta’rif ini ilmu Mantiq mengajarkan kita cara mendefinisikan sesuatu dengan benar. Saat kita ditanya “apa itu x”, kita harus bisa mendefinisikan “x” dengan definisi terbaik, yang mana definisi itu bisa diterapkan pada semua hal yang tergolong “x”, dan tidak mencakup hal-hal lainnya yang bukan “x”.

Pada dasarnya, “mendefinisikan sesuatu” serta menjelaskan apa esensi sebuah sesuatu bukanlah tugas ilmu Mantiq, tapi itu tugas ilmu Filsafat. Namun bagaimanapun juga, ilmu Mantiq membahas hal ini pula.

Empat macam definisi

Dalam Mantiq, definisi (Hadd dan Ta’rif) ada empat macam:

  1. Hadd Tamm
  2. Hadd Naqish
  3. Rosm Tamm
  4. Rosm Naqish

Atau bisa dikatakan, definisi ada dua macam: Hadd dan Rosm; yang mana tiap keduanya terbagi menjadi dua macam Tamm dan Naqish.

Hadd Tamm dan Hadd Naqish

Definisi yang menjelaskan semua bagian esensial dari hal yang didenfinisikan disebut dengan Hadd Tamm. Sedangkan jika sebagian saja yang dijelaskan, disebut Hadd Naqish.

Misalnya kita bisa mendefinisikan manusia dengan definisi:

Makhluk hidup yang berakal.

Definisi seperti ini disebut Hadd Tamm.

Jika kita mendefinisikan manusia dengan Hadd Naqish, kita berkata manusia adalah:

Makhluk hidup yang tumbuh berkembang.

Sebagaimana kita ketahui, definisi Hadd Naqish ini tidak sempurna, karena tidak membedakan manusia dari binatang lainnya, karena binatang juga tumbuh berkembang sebagaimana manusia, bahkan tumbuhan juga tumbuh dan berkembang.

Rosm Tamm dan Rosm Naqish

Adapun definisi yang hanya menjelaskan hal-hal yang bersifat aksidental yang dimiliki oleh hal yang didefinisikan, maka definisi semacam ini disebut dengan Rosm. Jika yang dijelaskan adalah sifat-sifat aksidental yang menyeluruh dan sempurna, sehingga hal yang didefiniskan tadi dapat dibedakan dari hal-hal lain yang bukan ada pada kelompoknya, maka disebut dengan Rosm Tamm; namun jika tidak sempurna, disebut dengan Rosm Naqish.

Contoh definisi Rosm Tamm seperti jika kita mendefinisikan manusia dengan:

Makhluk yang berjalan tegak yang bisa tertawa dan berkuku lebar.

Contoh definisi manusia dengan Rosm Naqish:

Makhluk yang berjalan.

Jika kita mengingat pembahasan-pembahasan sebelumnya, kita akan menyadari bahwa definisi menggunakan Hadd adalah definisi yang menggunakan Kulli-kulli yang esensial seperti Jins dan Fashl. Adapun definisi Rosm, menggunakan ‘Arodh-arodh yang tidak esensial.

Dalam ilmu Mantiq, kita dikenalkan dengan macam-macam jenis definisi seperti ini agar bisa membedakan level-level kredibilitas sebuah definisi. Tentunya definisi yang paling sempurna di antara definisi-definisi yang telah disebutkan di atas adalah definisi jenis pertama, yaitu Hadd Tamm.

Klik di sini untuk kembali ke halaman utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *