Empat hubungan antara dua Kulli

Jika ada dua hal yang bersifat Kulli, antara keduanya pasti ada salah satu dari empat hubungan di bawah ini:

  1. Tabayun
  2. Tasawiy
  3. Umum Khusus Mutlaq
  4. Umum Khusus Min Wajh

Empat pembagian ini dalam ilmu Mantiq dikenal dengan Nisab Arba’ah (empat hubungan).

Sebagaimana yang sudah disinggung pada tulisan sebelumnya, hal yang bersifat Kulli (general/tidak spesifik) bisa diterapkan pada hal-hal Juz’i yang cukup banyak.

Contohnya seperti kata “Makhluk Hidup”. Makhluk hidup secara umumnya yang ada di benak Anda adalah Kulli. Sedangkan makhluk hidup secara spesifik ada banyak, ada burung-burungan, ada binatang melata, ada serangga dan juga ada manusia; yang mana semua itu dapat dirangkum dalam sebuah Kulli yaitu “Makhluk Hidup” yang bersifat general.

Saat kita berbicara mengenai cakupan sebuah Kulli, jika kita berhadapan dengan dua buah Kulli, dari sisi cakupan dan lingkup kedua Kulli tersebut, hubungan kedua Kulli tersebut pasti salah satu dari dari empat hubungan di atas.

Tabayun

Dua Kulli memiliki hubungan Tabayun ketika Kulli pertama tidak mencakup Juz’i apapun dari Kulli kedua; begitu juga sebaliknya, Kulli kedua tidak mencakup apapun dari bagian Kulli pertama.

Contohnya seperti “Manusia” dan “Pohon”. Tidak ada satupun Juz’i yang dicakup “Manusia” berada dalam cakupan “Pohon”. Dengan bahasa yang lebih mudah, tidak ada satu manusia yang bisa disebut “Pohon”, dan tidak ada juga satu pohon yang bisa disebut “Manusia”.

Terhadap dua Kulli ini kita bisa mengatakan: “Manusia” bukan “Pohon”, dan begitu juga sebaliknya, “Pohon” bukan “Manusia”.

Tasawiy

Bertolak belakang dengan Tabayun, Tasawiy adalah hubungan dimana cakupan Kulli pertama terhadap Juz’i-nya sama dengan Kulli kedua.

Contohnya seperti “Manusia” dan “Makhluk yang bisa tertawa”. Karena bisa dikatakan semua manusia adalah makhluk yang bisa tertawa, dan semua makhluk yang bisa tertawa adalah manusia.

Terhadap dua Kulli ini kita bisa mengatakan: “Manusia” dan “Makhluk yang bisa tertawa” itu sama, semua manusia bisa tertawa dan semua yang bisa tertawa pasti manusia (tentunya sampai saat ini belum ditemukan makhluk apapun selain manusia yang bisa tertawa).

Umum Khusus Mutlaq

Ketika semua bagian (semua Juz’i) dari Kulli pertama adalah bagian dari Kulli kedua, sedangkan hanya sebagian saja dari Juz’i-nya Kulli kedua yang merupakan anggota Kulli pertama, maka hubungan ini disebut Umum Khusus Mutlaq.

Contohnya seperti “Makhluk Hidup” dan “Manusia”.

Kita bisa mengatakan: semua manusia adalah makhluk hidup, dan sebagian saja dari makhluk hidup adalah manusia.

Umum Khusus Min Wajh

Saat hanya sebagian saja dari Kulli pertama adalah bagian dari Kulli kedua, dan seperti itu pula sebaliknya, maka hubungan kedua Kulli ini disebut Umum Khusus Min Wajh.

Contohnya seperti “Manusia” dan “Putih”.

Kita bisa katakan: sebagian manusia berkulit putih, dan sebagian yang berwarna putih (kulit putih) adalah manusia.

Klik di sini untuk kembali ke halaman utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *