Asal Muasal Ilmu Mantiq

Ilmu Mantiq merupakan salah satu Ilmu yang datang dari budaya non-Islami.

Ilmu ini mulanya mulai dipelajari oleh para kalangan terpelajar di masa-masa penyebaran ajaran Islam, yang kemudian diterima dengan baik oleh mereka.

Lambat laun ilmu ini menjadi mukadimah yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh seorang yang ingin mempelajari ilmu-ilmu Islami. Akhirnya ilmu Mantiq kini dianggap sebagai ilmu Islami.

Ilmu Mantiq diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dari tulisan-tulisan Yunani. Pencetus ilmu ini adalah Aristoteles.

Hunain bin Ishaq adalah salah satu penerjemah tulisan-tulisan ilmu Mantiq Aristoteles dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Sampai saat ini dikenal terjemahan Hunain bin Ishaq adalah terjemahan Mantiq yang paling detil.

Ilmu ini mendapat sambutan hangat dari para pemikir Muslim, kemudian mereka mengembangkan dan menyempurnakannya.

Tulisan-tulisan Mantiq terbesar yang berlandaskan Mantiq Aristoteles ini adalah Mantiq Al-Syifa karya Ibnu Sina, yang jumlah tulisannya berkali-kali lebih banyak dari Mantiq Aristoteles aslinya.

Beberapa abad terakhir Mantiq Aristoteles ini sering dihujani kritikan, misalnya oleh Francis Bacon dari Inggris dan Descartes dari Perancis. Bahkan seakan-akan mereka sama sekali menolaknya dan menganggapnya ketinggalan jaman.

Kita sebagai orang yang bijak tentunya juga tidak bisa menerima Mantiq Aristoteles ini sepenuhnya dan tidak pula bisa menolaknya sepenuhnya; melainkan kita ambil hikmahnya.

Karena asal muasal ilmu Mantiq yang dipelajari oleh para pemikir Muslim terdahulu ini adalah terjemahan teks Yunani ke Bahasa Arab, jadi di tulisan ini Anda akan menemukan banyak sekali istilah-istilah Mantiq dalam bahasa Arab. Mungkin jika Anda mempelajari Mantiq langsung dari terjemahan asli bahasa Yunani, istilah-istilahnya pun bakal berbeda.

Berhubung buku asli karya Murtadha Muthahhari mengenai mantiq yang dijadikan referensi tulisan ini berbahasa Farsi, maka istilah-istilah yang digunakan pun merupakan istilah-istilah Arab yang di-Farsikan.

Misalnya kata “Mantiq” itu sendiri adalah istilah Arab yang di-Farsikan. Istilah aslinya yang jelas adalah “Al-Mantiq”. Atau contoh lainnya, nanti ada istilah Kulliyyat Khoms, yang istilah asli bahasa Arabnya adalah Al-Kulliyyat Al-Khoms; meskipun ini sebenarnya hanya berkaitan dengan tidak digunakannya imbuhan “Al” saja.

Jika Anda merasa kebingungan dengan istilah-istilah di pelajaran ilmu Mantiq ini, wajar. Tapi jangan sampai hal itu membuat Anda putus asa, karena lebih baik memahami kandungan ilmu ini dari pada terlalu pusing dengan istilah-istilahnya.

Klik di sini untuk kembali ke halaman utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *